Saya adalah satu dari banyak sekali orang yang mengalami epidemi yang sebut di atas. Beberapa hari yang lalu saya membaca judul tersebut di salah satu media massa. Sifat pemalu ini disebakan oleh semakin majunya teknologi zaman sekarang ini. Sementara manusia tidak mampu mengendalikan pengaruh dari berbagai macam barang-barang canggih tersebut.
Seorang psikolog dan peneliti bernama Robin Abrahams mengatakan:
Teknologi telah memungkinkan kita menghindari situasi sulit dalam menghadapi orang lain dan membuat orang semakin menyendiri. Orang-orang . . . cukup saling mengirim e-mail atau SMS ketimbang berbicara.
Ya, teknologi-teknologi canggih tersebut memang banyak manfaatnya dan saya tidak pernah menyalahkan mereka. Tetapi, permasalahannya adalah manusia itu sendiri yang tidak mampu membendung pengaruh yang dia buat sendiri. Jadi, seharusnya teknologi-teknologi canggih tersebut tidak menyembunyikan diri kita dari orang-orang lain. Mungkin dengan mengatur frekuensi antara menikmati dan bersosialisasi dengan orang lain. Ada keseimbangan. Teknologi tidak menguasai kehidupan kita namun sebaliknya kita bisa mengatur pengaruh teknologi terhadap diri kita.
No comments:
Post a Comment